Posted by : admin Senin, 20 April 2015

Pawon : Paguyuban wonosobo yang tergabung dalam facebook telah meramaikan acara gelar seni budaya yang di selenggarakan di TMII..
Pawon bukan saja sebuah group, melaikan sebuah solidaritas masyarakat urban wonosobo yang berjuang di ibukota.

Sejarah Ritual Cukur Rambut Gembel, Dalam sejarahnya, disebut gembel karena rambutnya menyerupai gelandangan yang tidak pernah mencuci rambut. Bukan karena faktor keturunan, tetapi rambut itu bisa tumbuh alami pada anak-abak dataran tinggi Dieng saja.

Secara medis, penyebab gembel masih belum diketahui secara jelas, namun yang pasti kemunculan rambut gembel akan disertai demam tinggi, serta mengigau pada waktu tidur. Gejala ini tidak bisa diobati sampai akhirnya akan normal dengan sendirinya dan rambut sang anak akan menjadi kusut dan menyatu.

Ritual yang biasanya dilakukan oleh pemangku adat sebelum dilakukan pencukuran ialah, adanya prosesi napak tilas yang dipimpin sesepuh serta sejumlah tokoh. Kegiatan tersebut juga dilakukan di beberapa tempat, di antaranya di Candi Dwarawati, Komplek Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Candi Bima, Telaga Balaikambang, Kawah Sikidang, Komplek Pertapaan Sendang Maerokoco, Mandalasari (Goa di Telaga Warna), Kali Pepek dan komplek Pemakanan Dieng.

Di tempat tersebut, nantinya akan dilakukan ritual doa kepada Yang Maha Kuasa agar prosesi ruwatan rambut gembel itu berlangsung lancar. Tak sampai itu, proses pun masih terus berlangsung. Ketujuh gadis cilik pemilik rambut gembel itu diarak menuju lokasi pencukuran.

Pertama mereka dikumpulkan di rumah sesepuh pemangku adat dan berhenti di dekat kawasan Sendang Maerokoco atau Sendang Sedayu dengan berkeliling desa dikawal oleh para sesepuh, para tokoh masyarakat, kelompok paguyuban, seni tradisional dan masyarakat.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © CATATANKUDesigned by - Railimis -