mampir gan

Arsip Blog

Popular Posts

Cekidoot

nansoe01@gmail.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Archive for April 2015

Surat untuk Anggun C Sasmi :"pembela hukuman mati gembong narkoba"


Dear Mbak Anggun C Sasmi..

Perkenalkan, saya Yana Nurliana,

Seorang wanita, berdarah Bugis, kelahiran Balikpapan, dan sekarang menetap di Kota Santri, Jombang, Jawa Timur.

Saya sangat menggemari mbak Anggun, saat saya masih SMA..
(Saya tau kok lagu Snow on The Sahara.. grin emotikon )

Terutama,

Perkenalkan saya, sebagai seorang ibu, dengan seorang bocah laki-laki (7,5 tahun) yg sekarang lagi gesit-gesitnya tumbuh dan berkembang..

Kalau tidak salah, anak kita sebaya ya mbak smile emotikon

*

Mbak Anggun,

Izin-kan, Saya berceloteh sedikit tentang Surat Terbuka mbak Anggun pada Presiden RI, pak Jokowi,

boleh ya smile emotikon

Dalam menulis celotehan terbuka ini,

Motivasi saya,

Saya rasa, sama seperti yang mbak Anggun lakukan bertahun-tahun lalu, saat mengajukan tuntutan pada Paparazzi di salah satu media Perancis sana.

Paparazzi yg doyan banget membuntuti mbak Anggun dan mengambil gambar bayi cantik mbak (saat itu), Kirana Cipta Montana.

Ya, saya yakin,

kita punya motivasi yg sama..

sama-sama ingin melindungi anak-anak kita dari apa-apa yg kita anggap bisa mengancam masa depannya kelak.

Kalo mbak Anggun menganggap Papparazi kala itu sebagai ancaman bagi Kirana.

Terutama ancaman privasi yg bisa berujung pada penculikan.

Dan dalam hal ini,

saya menganggap NARKOBA sebagai ancaman, buat anak-anak saya..

Ancaman yg sedang membuntuti anak saya..

**

Mbak Anggun beruntung,

Di Pengadilan Perancis mbak Anggun menang,

dan konon, media sana, tak boleh mempublikasikan foto Kirana dalam bentuk apapun, setidaknya sampai usia 2 tahun.. (Mohon maaf dan di ralat klo saya salah)

Bedanya,

Saat ini,

Jika Surat Terbuka mbak anggun di respon 'positif'

dan para gembong Narkoba itu dibebaskan atas nama kemanusiaan..

Maka, saya kalah..

**

Mbak Anggun..

Saya tidak akan 'membantai' atau menanggapi isi surat mbak ,

yg lebih banyak bicara masalah kemanusiaan, hak asazi, hukum, image Indonesia di mata dunia, atau apalah-apalah itu..

Yang kesemuanya terlalu canggih buat saya..

**

Cukuplah buat saya,

Fokus pada masa depan anak saya dan kaitannya dengan peredaran Narkoba di negeri ini yg makin hari makin memprihatinkan.

**

Mbak Anggun..

Saya mengetik Celotehan ini,

sembari sayup-sayup mendengarkan berita dari radio streaming,

Ada sekilas info terbaru,

Bahwa Kepolisian di Jakarta, kembali menemukan Kue Kering Ganja di salah satu rumah yg omsetnya ga main-main, padahal hanya menjual online..

Fyuhhhh!!

Degup jantung saya, belum lagi santai,
tatkala beberapa pekan lalu ditemukan sebuah workshop Brownies Ganja yg dijual bebas di sebuah mall besar di Jakarta, juga dijual online.

Kenyataannya adalah..

Indonesia, darurat Narkoba mbak Anggun!!

Darurat!!!

**

Ya!

Mbak Anggun mungkin benar..

Setelah Eksekusi Bapak Serge Atlaoui, Gembong Narkoba berkebangsaan Perancis (yang sedang mbak perjuangkan itu), benar-benar di jalankan..

Persoalan Narkoba di negeri ini tidak lantas selesai begitu saja.

PR nya masih banyak..

Namun setidaknya,

Dengan benar-benar ditegakkannya ancaman hukuman ini,

Cukuplah untuk memberi peringatan keras bagi Gembong-gembong Narkoba lainnya untuk tidak main-main lagi dengan penegakan hukum di Indonesia..

Hukuman Mati adalah hukuman paling pantas untuk mereka.. Sangat pantas!

**

Semoga celotehan ini,

Bisa membuat mbak Anggun merubah cara pandang mbak Anggun..

Dukunglah kami,

Dukunglah kami para Ibu, untuk menyelamatkan generasi ini dari ke-darurat-an Narkoba.

Salam,

Yana Nurliana
*Menulis adalah perjuangan

sumber : https://www.facebook.com/yana.nurliana/posts/10205291802827745:0

Tag : ,

Akankah Romeo + Rinjani ini meledak seperti 5CM atau...,


catatanku

Berikut ulasan dari cerita film romeo + rinjani dan kekecewaan setelah menontonnya

Romeo (Deva Mahenra), berprofesi sebagai fotografer freelance untuk majalah outdoor adventure.Romeo sering bergonta-ganti pacar, ketika pacar-pacarnya itu mulai meminta Romeo menikahi mereka, Romeo akan meninggalkannya. Romeo memiliki trauma pada pernikahan, setelah perceraian ayah (Gary Iskak) dan ibunya (Donna Harun) yang tragis saat dia berumur 7 tahun.

Suatu hari Raline (Kimberly Ryder) kekasih Romeo, mengatakan bahwa dia kini sedang hamil! Raline meminta Romeo menikahinya, dan Romeo akhirnya memutuskan untuk menikahi Raline. Tapi dia akan menyelesaikan kontrak dahulu untuk mengambil foto-foto di Gunung Rinjani.

Di perjalanan menuju Rinjani, Romeo bertemu dengan Sharon (Alexa Key). Perempuan yang memiliki kesamaan prinsip dengannya. Sharon tidak percaya pada pernikahan dan juga memiliki jiwa petualang. Romeo merasa sangat cocok dengan Sharon.  

Tiba di Rinjani, Romeo berusaha menggoda Sharon, dan mengajaknya berenang di Danau. Tapi Romeo malah dikerjai Sharon. Sharon menghilang bersama pakaian dan tas milik Romeo, juga menjebak Romeo dengan jeratan perangkap binatang. Romeo tergantung di pohon semalaman.

Dalam remang pandangannya dia melihat bayangan Raline. Raline datang menyusul Romeo karena dia punya ‘firasat buruk’ tentang Romeo.

Gedung pesta pernikahan  Romeo akan melangsungkan pernikahan dengan Raline. Tapi Romeo malah mendapati Raline sedang bicara dengan Sharon. Romeo jadi tahu bahwa Sharon itu sahabat Raline. Romeo curiga Raline bersekongkol dengan Sharon untuk mengerjainya. Bagaimana kelanjutan pernikahan Romeo dan Raline? Apa tujuan Sharon mengerjai Romeo?

ulasan alexa key dalam film remoe + rinjani

Melakoni peran sebagai pendaki gunung, dibutuhkan beragam persiapan dan peralatan demi menunjang stamina selama mendaki. Sayangnya, Alexa Key kurang mendapat persiapan ketika ia ditunjuk melakoni peran tersebut untuk film Romeo+Rinjani. Kurangnya persiapan Alexa dikarenakan karena singkatnya waktu yang ia miliki.

"Aku baru fix mendapat peran ini itu kurang lebih seminggu sebelum masuk proses syuting. Dan proses syuting awal itu kita langsung ke Rinjani, Lombok, untuk mendaki. Kurang persiapan, sih, sebenarnya. Jadi begitu sekalinya naik, otot-otot pada tegang, kerasa capek banget. Kemiringannya itu 45°, jadi susah buat pemula kayak aku," cerita Alexa saat ditemui di Press Conference dan Screening Romeo+Rinjani di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

berikut adalah kekecewaan setelah saya menonton sekuel film tersebut

I Want money back !!!
kecewa banget karna berharap film ini bisa menyamai pendahulunya yaitu 5 cm, dan ternyata 0 besar.
jalur cerita dari film tersebut sangatlah aneh dan serasa dibuat-buat, ga jelas serta akting dari pemainnya pun kurang menguasai(payah) dan eksploitasi tubuh pemain cewek yang maksa banget (bayangkan aja , emang ada gitu, cewek naik gunung pake baju seksi gitu??)

kalo berharap bisa menikmati keindahan gunung rinjani lewat film ini sepertinya ekspetasi saya diawal nonton-.. Well, sorry to say, you won't get it!!
film ini cuma bikin kapok untuk nonton film2 indonesia yang memang sudah terkenal mayoritas gak bermutu itu. so, ga usah repot buang-buang uang untuk beli tiket
buat nonton film ini.Buat yang masih penasaran, silakan saja nonton filmnya dan siap2 kecewa berat.
Tag : ,

Undangan Pesta Bikini SMA "Splash after Class"


Jakarta - 'Splash after Class' Undangan pesta bikini bagi ‎pelajar SMA guna merayakan kelulusan dengan teman 'Splash After Class' yang mejeng di YouTube sudah tak ada lagi.
Diduga, event organizer yang menyelenggarakan acara itu sudah menghapusnya.

Sebelumnya di video itu tampil sejumlah siswi dan siswa SMA.
Mereka mengajak teman-temannya untuk pesta bikini di kolam renang di hotel di kawasan Gunung Sahari Jakarta Pusat.

Acara itu rencananya berlangsung pada 25 April mulai pukul 22.00 WIB. Sejumlah DJ juga sudah diundang.Event organizer itu sebelumnya telah menggelar acara serupa.

Di undangan itu tertulis 'no weapon, no drugs, no fear' dengan kostum bikini summer dress.
Di undangan itu disebutkan juga ada sejumlah SMA yang mendukung acara itu.
SMA itu tersebar di Jakarta dan Bekasi. Belum jelas apakah SMA itu hanya dicatut atau benar-benar berpartisipasi.

Pesta bikini ini dilakukan dengan tujuan merayakan kelulusan UN. Demikian yang diunggah dalam pernyataan di YouTube sang panitia.
Tapi sayangnya lagi, video YouTube sudah dihapus pemilik akun. Sama sekali tak ada jejak

pesta bikini summer dress itu mendapat sorotan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Bahkan Ketua KPAI Asrorun Niam sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pencegahan acara itu.

"Sebaiknya merayakan UN dengan hal positif. Kami juga meminta orangtua dan sekolah melakukan langkah preventif," tegas Niam.

Tag : ,

Seorang warga wonosobo meninggal tertabrak computer line saat ingin memberi minum ke pengemis


Boniah (40), ‎seorang pembantu rumah tangga yang tewas disambar Commuter Line di Jalan ‎Percetakan Negara 1 RT 3/7, Johar Baru, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (17/4) sore.
Pasalnya, perempuan paruh baya itu tewas saat hendak memberikan minum kepada seorang pengemis yang berada di seberang rel‎ kereta.
Hal tersebut diungkapkan oleh Fajar (20) saksi mata di‎ lokasi.
Berdasarkan pengamatannya, niat baik perempuan yang memiliki tiga ‎anak itu diketahui dari gelagat Boniah yang menghampiri seorang pengemis ‎sembari membawa air mineral dalam botol.
Namun, belum sempat memberikan air mineral tersebut, perempuan asal ‎Wonosobo, Jawa Tengah itu justru tewas mengenaskan akibat tersambar kereta ‎yang terlihat datang dari arah Jatinegara, Jakarta Timur.
"Mau kasih air ke pengemis, eh malah tertabrak kereta duluan. Belum sempat ‎ngasih air," ungkapnya menunjuk lokasi kejadian yang berada dekat Jembatan
Penyeberangan Orang (JPO) antara Stasiun Kramat Sentiong dengan Stasiun ‎Senen.
Serupa dengan keterangan Fajar, Haji Nurhafid, salah seorang saksi mata ‎yang mengenal korban pun menyampaikan hal serupa.

Dirinya menduga, korban mengalami gangguan pendengaran sebab saat kereta Commuter Line
melintas dan memberikan peringatan, korban diketahui tidak bergeming dan ‎tetap melintas rel.
"Dia warga Jalan Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Johar Baru, tapi kalau di sini ‎kerja jadi pembantu di dekat sini, di rumah orang Papua. Mungkin, korban ‎meleng. Kalau kata majikannya, pendengaran korban memang kurang," ungkap‎ anggota Citra Bayangkan Polsek Senen itu di lokasi.
Ditemui bersamaan, Kapolsek Johar Baru, Kompol Wiyono mengatakan, korban ‎diduga tidak waspada sehingga tersambar kereta yang meluncur dari arah Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Senen.
"Kereta melaju kencang, infonya korban tidak dengar suara klakson kereta. ‎Tubuhnya tersambar dan terpental sekitar 5 meter dari lokasi. Dia mau ‎nyeberang rel untuk memberikan minum ke seorang pengemis," katanya.
Selanjutnya, usai dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan ‎pemeriksaan saksi mata oleh anggota Kepolisian Sektor Johar Baru di lokasi, ‎jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo‎ (RSCM).
Tag : ,

Ritual Cukur Rambut gembel "Ala Pawon"

Pawon : Paguyuban wonosobo yang tergabung dalam facebook telah meramaikan acara gelar seni budaya yang di selenggarakan di TMII..
Pawon bukan saja sebuah group, melaikan sebuah solidaritas masyarakat urban wonosobo yang berjuang di ibukota.

Sejarah Ritual Cukur Rambut Gembel, Dalam sejarahnya, disebut gembel karena rambutnya menyerupai gelandangan yang tidak pernah mencuci rambut. Bukan karena faktor keturunan, tetapi rambut itu bisa tumbuh alami pada anak-abak dataran tinggi Dieng saja.

Secara medis, penyebab gembel masih belum diketahui secara jelas, namun yang pasti kemunculan rambut gembel akan disertai demam tinggi, serta mengigau pada waktu tidur. Gejala ini tidak bisa diobati sampai akhirnya akan normal dengan sendirinya dan rambut sang anak akan menjadi kusut dan menyatu.

Ritual yang biasanya dilakukan oleh pemangku adat sebelum dilakukan pencukuran ialah, adanya prosesi napak tilas yang dipimpin sesepuh serta sejumlah tokoh. Kegiatan tersebut juga dilakukan di beberapa tempat, di antaranya di Candi Dwarawati, Komplek Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Candi Bima, Telaga Balaikambang, Kawah Sikidang, Komplek Pertapaan Sendang Maerokoco, Mandalasari (Goa di Telaga Warna), Kali Pepek dan komplek Pemakanan Dieng.

Di tempat tersebut, nantinya akan dilakukan ritual doa kepada Yang Maha Kuasa agar prosesi ruwatan rambut gembel itu berlangsung lancar. Tak sampai itu, proses pun masih terus berlangsung. Ketujuh gadis cilik pemilik rambut gembel itu diarak menuju lokasi pencukuran.

Pertama mereka dikumpulkan di rumah sesepuh pemangku adat dan berhenti di dekat kawasan Sendang Maerokoco atau Sendang Sedayu dengan berkeliling desa dikawal oleh para sesepuh, para tokoh masyarakat, kelompok paguyuban, seni tradisional dan masyarakat.
Tag : ,

Ridwan Kamil Gadaikan Diri sebagai Jaminan "Demi Dana KAA"

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku  terkait dengan dana anggaran acara Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung  baru cair 10 persen.
Menurut Ridwan Kamil, sejauh ini anggaran tersebut baru diteken oleh Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro.


Ridwan sempat meminta pemerintah menyediakan Rp 20 miliar untuk memaksimalkan pelaksanaan KAA.
Namun, pemerintah hanya menetapkan Rp 10 miliar. "Mudah-mudahan secepatnya (cair).
Terserah, saya sudah enggak mau mikirin lagi anggaran. Saya fokus membereskan Bandung saja," ujar Ridwan di Hotel Horison, Jalan Laswi, Bandung, Rabu, 15 April 2015.

Karena itu, kata Ridwan Kamil,
Pemerintah Kota Bandung memberlakukan sistem reimburse terhadap para kontraktor yang mengerjakan proyek infrastruktur di Bandung dalam menyambut KAA ke-60.
"Semua kontraktor bekerja dulu, baru dibayar belakangan," ujar Ridwan.
Ridwan mengatakan, para kontraktor itu sebenarnya telah mengenal Ridwan sebelum menjadi Wali Kota.
Ia mengaku mempertaruhkan dirinya sebagai jaminan terkait dengan pembayaran pekerjaan para kontraktor.
Untuk membenahi Kota Bandung, Ridwan Kamil mengandalkan jasa sepuluh kontraktor swasta.

Selain karena terbatasnya dana, sepuluh kontraktor itu dipakai karena Ridwan Kamil hanya diberi waktu dua bulan saja untuk membenahi kota.
Dia menilai persiapan KAA sangat mepet karena Presiden Joko Widodo baru menginstruksikannya pada Februari 2015.
 "Karena saya dulu hidup di dunia arsitek, ini salah satu cara mengerjakan banyak proyek dalam waktu cepat," ujar Ridwan Kamil.

Pemkot Bandung tengah mengerjakan sejumlah plaza air mancur.
Di antaranya di Jalan Cikapundung Timur, samping Gedung Merdeka; dan Taman Vanda,
di depan Bank Indonesia Jawa Barat. Kontraktor itu juga mengerjakan proyek lain, seperti perbaikan sejumlah ruas jalan,
Masjid Agung Bandung, dan perbaikan beberapa gedung tua.
Tag : ,

sorting dan searching C++

buat gan gan yang lagi pusink buat tugas sorting & searching ini ane punya listing programnya komplit..... silakan di copy paste,jangan lupa tinggalkan pesan...
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>


kosong()

{

cout<<"ANDA SALAH MEMASUKKAN KODE"<<endl;

}



sorting()

{

#include "conio.h"
#include "stdio.h"
{



int i, j, iMin;

int n, Urut;

int Tmp, code;

int Arr[100];

do {





printf("=====================================\n");

printf("| Pilihan Menu Program Sorting |\n");

printf("=====================================\n");

printf("| 1. Selection Sorting |\n");

printf("| 2. Bubble Sorting |\n");

printf("| 3. Insertion Sorting |\n");

printf("| 4. Marge sorting |\n");

printf("| 5. Keluar . . . |\n");

printf("=====================================\n\n");

printf("Masukan Pilihan Anda [1-5] : ");

scanf("%d", &code);

switch (code) {



case 1 :

printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ");

scanf("%i", &n);

Urut = 1;

for(i = 0; i < n; i++) {

printf("Masukan data ke %i : ", i + 1);

scanf("%i", &Arr[i]);

}

for(i = 0; i < n - 1; i++) {

iMin = i;

for(j = Urut; j < n; j++) {

if(Arr[j] < Arr[iMin]) {

iMin = j;

if(Arr[i] != Arr[iMin]) {

Tmp = Arr[i];

if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]; Arr[iMin] = Tmp; } } } } Urut = Urut + 1; } printf("\nSetelah Pengurutan\n"); for(i = 0; i < n; i++) {

printf("Elemen ke %i : %i\n", i + 1, Arr[i]);

}

getch();

break;



case 2 :

printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ");

scanf("%i", &n);

for(i = 0; i < n; i++) {

printf("Masukan data ke %i : ", i + 1);

scanf("%i", &Arr[i]);

}

for(i = 1; i < n; i++) {

for(j = 0; j < n - 1; j++) {

if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j]; Arr[j] = Arr[j + 1]; Arr[j + 1] = Tmp; } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"); for(i = 0; i < n; i++) {

printf("Elemen ke %i : %i\n", i + 1, Arr[i]);

}



getch();

break;





case 3 :

printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ");

scanf("%i", &n);

for(i = 0; i < n; i++) {

printf("Masukan data ke %i : ", i + 1);

scanf("%i", &Arr[i]);

}

for(i = 1; i < n; i++) {

Tmp = Arr[i];

j = i - 1;

while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]; j = j - 1; } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp; } else { Arr[j + 1] = Arr[j]; Arr[j] = Tmp; } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"); for(i = 0; i < n; i++) {

printf("Elemen ke %i : %i\n", i + 1, Arr[i]);

}

getch();

break;



case 4 :

printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ");

scanf("%i", &n);

for(i = 0; i < n; i++) {

printf("Masukan data ke %i : ", i + 1);

scanf("%i", &Arr[i]);

}

for(i = 1; i < n; i++) {

Tmp = Arr[i];

j = i - 1;

while(Arr[j] <= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]; j = j - 1; } if(Tmp <= Arr[j]) {

Arr[j + 1] = Tmp;

} else {

Arr[j + 1] = Arr[j];

Arr[j] = Tmp;

}

}

printf("\nSetelah Pengurutan\n");

for(i = 0; i < n; i++) {

printf("Elemen ke %i : %i\n", i + 1, Arr[i]);

}

getch();

break;





default : {

printf("\nSilahkan Tekan Enter Untuk Keluar . . . "); }}



} while(code >=1 && code <= 4);

getch();

}

}

//----------------------------------------







void binary(){

int dt[100], target, first, mid, last, x, temp;

cout<<"Masukan Banyaknya data: "; cin>>x; cout<<"\n\n";

for (int a=1; a<=x; a++){

cout<<"Data ke-"<<a<<" : "; cin>>dt[a];} for (int a=1; a<x; a++){

int b=a+1;

for (int c=1; c<b; c++){

if (dt[b]<dt[c]){

temp=dt[c];

dt[c]=dt[b];

dt[b]=temp;

}}}

cout<<"\n\n";

cout<<"Masukkan data yang akan dicari: "; cin>>target; first = 1; last = x; int sisa = (first + last) % 2; if (sisa==1){ mid = (first + (last - 1)) / 2; } else{ mid = (first + last) / 2; } cout<<endl;

int ketemu=0;

if (target==dt[mid]){

ketemu = 1;

}

else if (target>dt[mid]){ for (int b = mid+1; b<=x; b++){

if (dt[b]==target){

ketemu = 1;

}}}

else if (target<dt[mid]){

for (int b = 1; b<mid; b++){

if (dt[b]==target){

ketemu = 1;

}}}



if (ketemu>0){ cout<<"Data ditemukkan"<<endl;

}

else{

cout<<"Data tidak ditemukan"<<endl;

}}





void sequential() {

int z, s, dt, posisi, ketemu = 0;

int data[50];



cout<<"Masukan berapa banyak data: ";

cin>>s; cout<<"\n——————————————\n";

for (z = 0; z < s; z++) {

cout<<"masukkan data ke "<<z+1<<" = ";

cin>>data[z];} cout<<"\n——————————————\n";

cout<<"data yang ingin dicari: ";

cin>>dt; ketemu = 0; cout<<"——————————————\n";

for (z = 0; z < s; z++) {

if (data[z] == dt) {

ketemu = 1;

posisi = z;

cout<<"\nData: "<<dt<<" ditemukan di posisi "<<posisi+1;

}

}

if (ketemu == 0) cout<<"data tidak ditemukan";

cout<<"\n——————————————\n"; }







searching ()

{

{

int pil;





do{

cout<<"\n===================================================\n";

cout<<" [ MENU UTAMA SEARCHING ]\n";

cout<<"===================================================\n\n";

cout<<"| 1. Sequential Search |\n";

cout<<"| 2. Binary Search | \n";

cout<<"| 3. Keluar | \n";

cout<<"\n Pilihan [1-3] : ";cin>>pil; cout<<"————————————————–\n";

switch(pil){

case 1:sequential();

cout<<"\n tekan sembarang tombol untuk kembali ke menu\n";

break;

case 2:binary();

cout<<"\n tekan sembarang tombol untuk kembali ke menu\n";

break;

}

getch(); }



while(pil != 3);

cout<<"tekan sembarang tombol untuk keluar\n";

getch();

}

}





















//-----------------------------------------------

int main()

{

char kode,kodea;

int x;

clrscr;

printf("==========================*****==========================\n");

printf("_________________________PROGRAM_________________________\n");

printf("^^^^^^__MENU UTAMA PROGRAM SORTING DAN SEARCHING__^^^^^^ \n");

printf("NAMA : NANANG SUPARNO \n");

printf("NIM : 12108733 \n");

printf(" \t 1. SORTING \n");

printf(" \t 2. SEARCHING \n");

printf("==========================*****==========================\n");



cout<<" Masukan Pilihan[1 / 2] :";cin>>kode; if(kode=='1') { sorting(); } else if(kode=='2') { searching (); } else { kosong(); } cout<<endl<<endl; getch(); return 0; }
semoga bermanfaat
Tag : ,

IDENTIFIKASI MORALITAS ADALAH 'HASIL DAN BUKTI'


Naik bus hari ini. Di depan saya ada sepasang manula suami istri. Dua duanya menggunakan jam Rolex emas. Dari jenisnya, dua jam itu saya perkirakan harganya sekitar 700 jutaan. Kalungnya juga emas berat, juga gelangnya emas berat. Cincinnya penuh dengan berlian, saya perkirakan semua cincin mereka itu saja di atas 200 juta. Sabuknya Luis Vuitton.
Total perhiasan yang mereka pakai berdua mungkin di atas satu Milyar rupiah; dan mereka pakai bus, naik dari sekitar pasar tradisional.
Hal yang mustahil terjadi di Indonesia. Mustahil di Indonesia dengan perhiasan semahal itu bisa low profile menggunakan bus -kemungkinan besar akan pakai mobil mewah dan sopir pribadi.
Dengan perhiasan senilai itu, mustahil mereka berani jalan-jalan di pasar tradisional di Indonesia menggunakan bus umum tanpa incaran copet dan rampok.
---
Di pasar tadi saya juga lihat sepasang pemuda pemudi yang berpenampilan anggun dan elegan sedang pacaran sambil menuntun anjing. Anjingnya lalu berak. Lalu si cowok memungut berak anjing itu dengan kertas koran yang sengaja ia bawa dari rumah. Aturan di HK empunya anjing diharuskan membersihkan kotoran anjing yang dibawanya. Dan aturan ini sudah menerap pada semua warga HK.
Pulangnya saya naik kereta (railway line). Penumpang harus membayar tiket dengan cara "gesek" kartu, lalu naik. Lalu kartu ini didebet uangnya. Tak ada penjaga di sana.
Hari sebelumnya saya menggunakan MTR (MRT kalo di Singapore) penuh sesak, tapi di gerbong itu hanya ada sepasang tempat duduk yang kosong, tak ada yang iseng ngisi -meski untuk berdiri saja nyaris sulit karena kereta penuh. Tempat duduk itu dibiarkan kosong karena diperuntukan khusus bagi orang tua, ibu hamil, dan disabled.
---
Tak ada pengawasan, hukum dan aturan berjalan dengan sendirinya dengan penuh kesadaran. Nyaris tak ada rasa ingin mencurangi aturan.
Bisa saja pengguna railway ini tak usah bayar, menghindari gesek kartu supaya gratis. Namun mereka tak melakukan itu. Mereka dengan sabar antri menunggu untuk menggesek kartu masing-masing.
Bisa saja pemuda tadi tak memungut berak itu, jijay kan. Padahal sangat jarang pengawas yang lalu lalang untuk patroli berak anjing.
Orang tua itu naik bus dengan perhiasan mahal tanpa merasa khawatir akan keamanan dan keselamatannya.
---
Seorang wanita berjalan sendirian jam dua malam di Hong Kong lebih aman daripada dua orang lelaki berjalan jam dua siang di Pasar Senen atau Tanah Abang.
Kapan masyarakat kita bisa seperti ini, seratus, dua ratus tahun ke depan?
--
Masyarakat Hong Kong tidak umum berbicara persoalan ahlak dan moralitas dogmatis, seperti kebanyakan masyarakat kita yang hobi sekali mengaitkan segala tindakan dengan ahlak dan moral, dan menilai serta menghakimi tindakan, ucapan, tulisan orang lain dengan parameter ahlak. (bulan puasa yang akan datang dijamin makin marak keusilan ini)
Masyarakat HK tidak melebay-lebaykan bahasanya dengan terminologi-terminologi agama, atau meniru-niru dan mengimpor bahasa dan penampilan timur tengah dalam sosial sehari-hari.
Masyarakat HK menerjemahkan "moralitas dan ahlak" ini dalam BUKTI dan TINDAKAN NYATA/KONGKRIT, bukan hanya sekedar teori-teori normatif seperti kebanyakan masyarakat kita. Begitu sudah naik pada tataran bukti dan praktik, masyarakat kita banyak yang NOL besar dibanding teorinya.
---
KIta ribut soal Dolly, kita ribut tentang haram halal, kita ribut tentang aliran A aliran B, kita ribut tentang ibadah keyakinan lain, dll. seolah semua orang kita ini adalah yang paling suci.
Padahal bahkan di tempat "suci" saja (jangankan di tempat umum), sendal hilang di mesjid, lebih gila lagi kencleng juga ada yang bisa raib dengan isi-isinya. Luar biasa!
Dalam bukti? negara kita adalah salah satu negara paling korup di dunia. Ekonomi kita termasuk yang paling senjang dan rendah per-kapitanya di Dunia. Sistem pendidikan kita adalah tiga besar terburuk di dunia. Toleransi beragama kita termasuk yang paling sering berkasus di dunia. "Pencapaian" kita banyak yang mendunia, namun nyaris tak ada dalam hal yang positif.
Jika mengamati kesenjangan antara "ngomong besar" tentang moralitas dan ahlak dan kesenjangannya dengan 'bukti'nya; apakah tepat jika dinamakan 'munafik'? monggo masing-masing menilai sendiri.
--
Kita adalah bangsa yang meributkan tentang menu dan cara memasak yang paling benar, tetapi paling bego dan malas kalo disuruh memasak.
Bangsa kita paling pinter diskusi tentang mobil dan sistem navigasi, tapi disuruh pergi ke tujuan tak pernah sampai bahkan saling tabrak menabrak.
Bangsa kita adalah paling pandai dalam teori tentang pupuk, tapi nyaris tak pernah menghasilkan buah dalam bercocok tanam.
--
Mari kita perbaharui terjemahan dari 'ahlak dan moralitas' ini menjadi: 'BUKTI dan HASIL NYATA DARI tindakan yang berdampak produktif bagi sebanyak mungkin manusia', bukan hanya hafal teori dan kutipan.
Tag : ,

- Copyright © CATATANKUDesigned by - Railimis -